Al-Quran Online ini, ajakan untuk mendalami AlQuran sambil mencari ridho dan cinta Allah semata
Daftar Akar Kata Pada AlQuran
Dipersembahkan oleh para sukarelawan yang hanya mencari kecintaan Allah semata

An-Nisa

dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

ayat 129

Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara istri- istri (mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Irab Surat AnNisa ayat 129



Ayat ini merupakan hukum penting dalam pernikahan poligami mengenai keadilan emosional, diakhiri dengan dorongan untuk memperbaiki dan bertakwa.

Bagian 1: Peniadaan Kemampuan Adil Emosional

Kata

Jenis Kata (Huruf/Isim/Fi'il)

I'rab (Kedudukan Gramatikal)

Keterangan

وَ

Ḥarf 'Aṭaf (Penghubung)

Mabnī 'alā al-fatḥ.

لَن

Ḥarf Naṣb wa Nafy (Menashabkan dan meniadakan)

Mabnī 'alā as-sukūn.

تَسْتَطِيعُوا

Fi'il Muḍāri' (Kata Kerja Sekarang/Akan Datang)

Manṣūb dengan Lan, tanda naṣb-nya adalah ḥaẓf an-nūn. Wāw al-jamā'ah adalah Fā'il.

أَن

Ḥarf Maṣdarī wa Naṣb

Mabnī 'alā as-sukūn.

تَعْدِلُوا

Fi'il Muḍāri'

Manṣūb dengan An, tanda naṣb-nya adalah ḥaẓf an-nūn. Wāw al-jamā'ah adalah Fā'il.

An dan fi'il-nya membentuk Maṣdar Mu'awwal pada mahāl an-naṣb sebagai Maf'ūl Bih dari Tastaṭī'ū.

بَيْنَ

Ẓarf Makān (Keterangan tempat)

Manṣūb bi al-fatḥah. Muḍāf.

Berkaitan dengan Ta'dilū.

النِّسَاءِ

Ism

Muḍāf Ilaih majrūr bi al-kasrah.

وَ

Ḥarf Ḥāl (Keadaan) atau I'tirāḍ (Sisipan)

Mabnī 'alā al-fatḥ.

لَوْ

Ḥarf Syarṭ Ghayr Jāzim (Syarat yang tidak menjazmkan)

Mabnī 'alā as-sukūn.

حَرَصْتُمْ

Fi'il Māḍī + Ḍamīr

Mabnī 'alā as-sukūn karena bertemu Tā' al-Fā'il. Tum: Fā'il pada mahāl ar-raf'.

Jawaban Law dibuang (muqaddar), takdirnya: famā tastaṭī'ūna (maka kamu tetap tidak mampu).

فَ

Ḥarf al-Fā' al-Faṣīḥah (Menyimpulkan dari konteks)

Mabnī 'alā al-fatḥ.

لَا

Ḥarf Nāhī Jāzim (Pencegahan dan menjazmkan)

Mabnī 'alā as-sukūn.

تَمِيلُوا

Fi'il Muḍāri'

Majzūm dengan Lā an-Nāhiyah, tanda jazm-nya adalah ḥaẓf an-nūn. Wāw al-jamā'ah adalah Fā'il.

كُلَّ

Ism

Nā'ib 'an Maf'ūl Muṭlaq (Pengganti Maf'ūl Muṭlaq) manṣūb bi al-fatḥah. Muḍāf.

Tafsīr dari al-mayl (seluruh kecenderungan).

الْمَيْلِ

Ism

Muḍāf Ilaih majrūr bi al-kasrah.

فَ

Fā' as-Sababiyyah (Menyatakan sebab/akibat)

Mabnī 'alā al-fatḥ.

تَذَرُوهَا

Fi'il Muḍāri' + Ḍamīr

Manṣūb dengan An yang dibuang (muqaddar) setelah Fā' as-Sababiyyah, tanda naṣb-nya adalah ḥaẓf an-nūn. Wāw al-jamā'ah adalah Fā'il. Hā: Maf'ūl Bih pertama pada mahāl an-naṣb.

Tadzara (membiarkan) menashabkan dua Maf'ūl Bih.

كَالْمُعَلَّقَةِ

Kāf + Al-Mu'allaqah

Kāf: Ḥarf Jarr (penyerupaan). Al-Mu'allaqati: Ism Majrūr.

Jār wa Majrūr pada mahāl an-naṣb sebagai Maf'ūl Bih kedua.



Bagian 2: Motivasi dan Penegasan Ilmu Allah (Kalimat Syarat)

Kata

Jenis Kata (Huruf/Isim/Fi'il)

I'rab (Kedudukan Gramatikal)

Keterangan

وَ

Ḥarf Isti'nāf (Memulai kalimat baru)

Mabnī 'alā al-fatḥ.

إِن

Ḥarf Syarṭ Jāzim

Mabnī 'alā as-sukūn.

تُصْلِحُوا

Fi'il Muḍāri'

Majzūm sebagai Fi'il Syarṭ, tanda jazm-nya adalah ḥaẓf an-nūn. Wāw al-jamā'ah adalah Fā'il.

وَ

Ḥarf 'Aṭaf

Mabnī 'alā al-fatḥ.

تَتَّقُوا

Fi'il Muḍāri'

Majzūm karena di-aṭaf-kan pada Tuṣliḥū, tanda jazm-nya adalah ḥaẓf an-nūn. Wāw al-jamā'ah adalah Fā'il.

فَ

Ḥarf Jawāb Syarṭ (Jawaban Syarṭ)

Mabnī 'alā al-fatḥ.

Wajib diiringi Fā' karena Jawaban Syarat diawali Inna.

إِنَّ

Ḥarf Tawkīd wa Naṣb

Mabnī 'alā al-fatḥ.

اللَّهَ

Lafẓ al-Jalālah

Ism Inna manṣūb bi al-fatḥah.

كَانَ

Fi'il Māḍī Nāqiṣ

Mabnī 'alā al-fatḥ. Ism Kāna mustatir (huwa).

Jumlah fi'liyyah pada mahāl ar-raf' sebagai Khabar Inna.

غَفُورًا

Ism (Sifat/Bentuk Mubālaghah)

Khabar Kāna pertama manṣūb bi al-fatḥah.

رَّحِيمًا

Ism (Sifat/Bentuk Mubālaghah)

Khabar Kāna kedua atau Na't (Sifat) bagi Ghafūran manṣūb bi al-fatḥah.